Seringkali dalam berbagai
kesempatan, dikatakan bahwa kita harus mengerjakan apa yang kita suka agar bisa
menjadi sukses..
Rasanya hal ini sangatlah
meyesatkan. Dengan mengerjakan apa yang kita SUKA atau CINTAI, maka hanya akan
berujung pada kehancuran.
Karena apa?
Karena bertentangan dengan hukum alam nomor 1
"NO PAIN NO GAIN"
Yah, sekilas cerita,
Dahulu ada seorang pria sederhana
kuliah di ITB berpacaran dengan seorang gadis kembang kampus, namun di tengah
jalan sang gadis berpaling kepada seorang putra konglomerat..
Sang pria itu kemudian terdorong
untuk melakukan study terbaiknya dan
akhirnya mampu menjadi seorang tokoh yang sangat sukses berkelas internasional,
pernah menjabat dirut di berbagai Bank bahkan Telkom.
Sementara si gadis menikahi putra konglomerat dan sang konglomerat kini dirundung hutang luar biasa dan namanya menjadi public enemy number one di Republik ini.
Sementara si gadis menikahi putra konglomerat dan sang konglomerat kini dirundung hutang luar biasa dan namanya menjadi public enemy number one di Republik ini.
Bahkan uniknya lagi, gadis yang
kini telah menjadi perempuan paruh baya itu cerai dan menikah dengan si mantan
pacarnya itu (yang juga telah cerai
dengan isterinya).
Happy ending.
Apa kenyataan di balik kisah ini...
Si pria karena kecewa degan kenyataan dulu, kalah bersaing dengan putra konglomerat menjadi seorang petarung dalam belajar dan berkarya.
Dia melakukan yang
"HARUS" dilakukan, bukan melakukan yang disukainya..
Yang HARUS dilakukan saat itu
adalah belajar keras, bekerja keras untuk dapat setahap demi setahap maju menjadi
PRIA yang layak dihargai
Demikian juga ketika kita lihat penyanyi, aktor, ataupun atlet top. Seolah mereka begitu bahagia melakoni pekerjaan yang serba gemerlap penuh sanjung tepuk tangan dan bergelimang uang seolah profesi impian. Tapi tahukah kita akan perjuangan mereka berlatih, berlatih, dan berlatih, bertanding, bertanding, dan bertanding.
Penuh lika liku dan lelah kesakitan.
Sang legenda lari sprint dunia"Usain Bolt", pernah berkata "Saya berlatih lari sampai seolah mau mati rasanya"
Jadi tidak ada jalan pintas serba
senang melakukan hanya yang senang-senang saja. Tapi sebaliknya, kita harus
melalui jalan terjal melakukan apa yang harus dilakukan. Apakah lembur, kerja
non stop, kerja keras, apapun itu percayalah.
"Nothing good is easy"
Tak ada yang bagus itu mudah, apalagi yang luar biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar