Rabu, 31 Agustus 2016

MENYANGKAL TALENTA....

Yah, menyangkal bahwa betapa bertalentanya anda. Ini terdengar aneh dan lucu, namun terjadi...

Setiap dari kita pasti pernah melakukan penyangkalan akan kemungkinan bahwa kita menjadi HEBAT...

Karena setiap dari kita diberikan karunia talenta yang luar biasa..

Masa sih...?

Coba aja, apakah anda berani membayangkan apa saja karunia yg anda miliki...

Nah, membayangkan saja sudah malas, seolah menganggap itu kegiatan yang mengawang-awang. Menolak mencari talenta dalam diri dan membayangkan apa saja kehebatan yang bisa diraih dengan mengasah talenta dalam diri kita tsb, juga merupakan suatu bentuk PENYANGKALAN. Jadi terlihat jelas kini, bahwa penyangkalan diri itu memang selalu terjadi.

Lalu apa yang harus diperbuat...?

Pertama hilangkan rasa takut pada diri kita sendiri, rasa takut bahwa sebenarnya tersimpan talenta yang luar biasa dalam diri kita yang mungkin belum kita ketahui dan temukan karena selama ini kita MENYANGKALNYA. Dengan cara tidak berani mengeksplornya...


RASA TAKUT
Rasa takut muncul karena kita selalu beranggapan bahwa mengasah talenta kita, belum tentu, atau takkan mampu mendatangkan keberhasilan. Bahwa meraih keberhasilan, kesuksesan,  dan kekayaan......
itu rasanya mustahil...

Betul sekali, semuanya mustahil, sampai itu semuanya TERWUJUD.

Ada sebuah joke... Bagaimana caranya menyantap seekor gajah...? Yah dengan memotongnya menjadi ukuran kecil. Artinya dalam mengasah talenta kemudian mengembangkannya janganlah mengejar "semalam jadi". Tapi nikmatilah, melalui rangkaian proses setahap demi setahap. Sehingga kita tak pernah terbeban. Demikian juga dalam proses mengejar impian tidak dilakukan dalam semalam, karena yang timbul nantinya hanya tekanan stress.Lakukan setahap demi setahap, konsisten dari waktu ke waktu. Itulah caranya..

Maka marilah kita mencari dan mengembangkan talenta kita, mengasahnya dan mempraktekannya dalam kehidupan secara konsisten dan persisten hari demi hari, tanpa perlu tergesa. Do it now, and do it always...
Niscaya tanpa kita rasakan, diri kita akan berkembang, dan pastinya karir dan bisnis juga akan berkembang


LESSON TO LEARN :
1. Tak ada manusia tanpa talenta

2. Kebanyakan manusia MERASA tak bertalenta, bukan karena tak berhasil menemukannya, tapi MENYANGKAL untuk menemukannya. Bahkan ada yang sudah menemukannya namun MENYANGKALNYA dengan dalih "aku sih minat dan bakat, tapi susahlah gak ada waktu karena
sibuk kerjaan", dan dalih lainnya

3. Talenta diasaha memalui proses setahap demi setahap tak ada PANDAI dalam semalam..

4. Praktekan secara persisten, dari waktu ke waktu DO IT NOW, and DO IT ALWAYS

9 MACAM KECERDASAN

Seringkali kita menilai orang dari sisi IQ (Intelektual), EQ (Emosional), ataupun SQ (Spiritual).

Ternyata berdasarkan penelitian manusia itu kecerdasannya bisa dibagi atas "9 macam kecerdasan". Jadi tidak semata kecerdasan itu dilihat dari kemampuan matematis ataupun kekuatan pemikiran logika saja.

Sehingga kita bisa memahami bahwa orang yang tak pandai berhitung tapi hebat berkarir di bidang politik. Atau kenapa ada orang yang berkharisma di bidang agama tapi kok sepertinya kaku dalam berolah tubuh. Dan ada yang kuat dalam bermusik, ataupun hebat dalam bertutur kata.

Setiap manusia adalah unik dan memiliki kecedasan yang khas. Bisa saja seseorang memiliki sekaligus 3 atau 4 macam kecerdasan tersebut.

Inilah PEMBAGIAN "9 MACAM KECERDASAN" manusia :

1. Kecerdasan "MUSICAL-Rhythmic and Harmonic"
Kecerdasan terhadap suara, ritme, nada, dan musik. Orang-orang dengan kecerdasan musikal yang tinggi biasanya memiliki kepekaan terhadap irama, laras, meter, nada, melodi atau warna nada.

Profesi yg cocok :
Musisi dan semua profesi terkait musik (pengarang lagu, ahli rekaman, guru musik, dll), juga DJ, pengrajin alat musik. 



2. Kecerdasan "VISUAL-SPATIAL"
Kecerdasan penilaian spasial dan kemampuan untuk memvisualisasikan dengan mata pikiran.

Profesi yg cocok :
Artis dan semua terkait Seni Rupa (pematung, pelukis, dsb), arsitek, desainer grafis dan non grafis, desainer fashion, ahli perhiasan, fotographer, ahli dekor interior.



3. Kecerdasan "VERBAL- LINGUISTIC"
Kecerdasan verba-linguistik yg tinggi menampilkan kata-kata dan bahasa yang efektif dan indah. Mereka biasanya pandai membaca, menulis, tutur bercerita dan menghafal.

Profesi yg cocok :
Penyiar, penulis sastra (buku, cerpen, film, drama, dsb), dokumentator, ahli arsip, pengacara, diplomat, politisi, wartawan.



4. Kecerdasan "LOGICAL-MATHEMATICAL"
Kecerdasan berlogika, abstraksi, penalaran, angka, dan berpikir kritis.
.
Profesi yg cocok :
Ilmuwan, guru science, ahli keuangan, ekonom, auditor, astronom, programer komputer, insinyur. 



5. Kecerdasan "BODY-KINESTHETIC"
Kecerdasan mengendalikan gerakan tubuh seseorang dan kapasitas untuk menangani objek dengan terampil. Seringkali berkombinasi denagn kecerdasan "Visual-Spatial".

Profesi yg cocok ":
Atlet, pembalap, pemahat, penari, polisi, dan tentara.



6. Kecerdasan "INTERPERSONAL"
Kecerdasan interpersonal tinggi ditandai dengan sensitivitas mereka kepada suasana hati, perasaan, temperamen, dan motivasi orang lain dan kemampuan mereka untuk bekerja sama untuk bekerja sebagai bagian dari kelompok.

Profesi yg cocok :
Pemasar, motivator, politisi, manajer, guru, dosen, konselor, dan pekerja sosial.



7. Kecerdasan "INTRAPERSONAL"
Kecerdasan dalam introspektif dan self-reflektif. Ini mengacu kepada kepemilikan pemahaman yang mendalam tentang diri: apa kekuatan atau kelemahan seseorang, apa yang membuat seseorang unik, mampu memprediksi reaksi atau emosi sendiri.

Profesi yg cocok :
Filsuf, teolog, ahli kitab agama, pantomin, psikologiu, psikiater,



8. Kecerdasan "NATURALISTIC"
Kecerdasan mengelompokan dan mengklasifikasikan berdasarkan bentuk alam seperti tipe-tipe spesies hewan, tumbuhan, batuan, dan gunung.

Profesi yg cocok :
ahli botani dan zoologi, kolektor, pemandu wisata, aktivis lingkungan, ahli kehutanan dan biologi.



9. Kecerdasan "EXISTENSIAL"
Kecerdasan memahami dan menanggapi masalah mendasar kehidupan manusia. Mulai dari pikiran mendasar bersifat besaran tak terkira kosmo sampai terkecil mikro

Profesi yang cocok :
Filsuf, gamawan, budayawan, ahli teolog, guru spiritual, rohaniwan

Selasa, 30 Agustus 2016

CARA MENILAI ORANG



Kalau ditanya, bagaimana kita menilai orang...?

Maka jawabannya tentu bermacam, bahkan ada yang mengatakan bahwa "tidak baik" untuk menilai orang dari raga semata, atau tidak baik menilai dari uangnya... bla bla bla

Lantas bagaimana?

Apakah kita tak bisa menilai orang?

Tentu kita harus memiliki multi dimensi saat melakukan penilaian. Paling tidak ada empat hal yang bisa dinilai dalam diri seseorang:


1.RAGA atau FISIK
Seseorang yang baik itu haruslah berbadan sehat bugar, lalu kalau badan memiliki cacat fisik bagaimana? Banyak orang yang berbadan cacat tapi memiliki kebugaran yang tinggi, bahkan jauh lebih bugar dari orang kebanyakan...

Kebugaran fisik menunjukan bahwa orang tersebut menghargai anugerah utama dalam  irinya yakni kesehatan.. Selain itu ,badan yang bugar sehat umumnya enak dipandang, dan cekatan sigap bertindak. Karena umumnya rajin berolah raga dan disiplin menjaga napsu makannya..

Bukankah disiplin menjaga napsu makan merupakan latihan tersendiri dalam mengarahkan pikiran dan napsu. Selain itu, disiplin berolah raga juga bagus buat melatih disiplin dalam bekerja.

Jadi, tubuh yang sehat bugar, merupakan hasil dari penguasaan diri disiplin dalam hidupnya... Ini pertanda adanya hal baik dalam diri orang tersebut.


2. ATTITUDE
Tentu selain fisik atau raga, maka sikap juga merupakan parameter penilaian. Berpikir positif dan optimis, tidak suka berprasangka, tidak mudah emosional marah apalagi ngamuk, open minded, tidak ngotot ngerasa benar mulu, rajin, tegar, sabar, peduli pada kepentingan orang lain, dan sikap baik lainnya tentu masih banyak.

Yang jelas semua sikap baik ini janganlah yang palsu, alias karena ada maunya.Yang palsu itu akhirnya akan ketahuan, karena akan keluar belang aslinya.

Tidak palsu sikapnya, tapi lebih merupakan nilai karakter dalam diri orang yang bersangkutan. Memiliki attitude yang baik, tentu memberikan nilai plus


3. SKILL
Seseorang itu selain dinilai raga dan attitudenya, juga harus dilihat kemampuan skillnya
termasuk knowledgenya.

Ini penting karena tanpa skill, maka manusia sulit berkembang karir dan bisnisnya saat ini
Skill bisa apapun, baik formal bersertifikat, maupun non formal berupa keahlian. Skill yang terus dikembangkan melalui sekolah ataupun pelatihan, membaca dan belajar, merupakan tanda baik untuk penilaian terhadap seseorang


4. BISNIS atau KARIR
Tentu kalau seseorang punya penguasaan diri dan disiplin, serta attitudenya baik, ditambah skill memadai, harusnya karir atau bisnisnya terus berkembang.

Tentu semua bisnis ada pasang surut, karir ada naik turun, namun percayalah bahwa seseorang yang memiliki semangat juang tinggi dengan attitude baik tentu akan memilki kas sangat besar untuk berhasil kehidupannya secara ekonomi

Nah tentu masih ada kriteria parameter lain untuk menilai seseorang. Tapi rasanya dengan melihat parameter raga, attitude, skill pengetahuan, dan kemampuan karir maupun bisnis yang dimiliki seseorang,  akan dapat diukur "bobot" seseorang...

24 Maret 1975,
Ronde ke 9 Muhammad Ali tampak gusar, Chuck Wepner masih bertahan bahkan berhasil menjatuhkan Ali untuk pertama kali. Meskipun akhirnya sang juara Ali berhasil menaklukan Wepner di Ronde ke 15, namun pertandingan tersebut mampu membuat seorang Sylvester Stallone terinspirasi melahirkan tokoh film legendaris Rocky Balboa setahun kemudian.

Tapi tidak banyak yang tahu bahwa Stallone bukan terinspirasi oleh kegagahan sosok Ali diatas ring, melainkan Chuck Wepner yang terus dengan gigih bertahan sepanjang pertandingan, menahan hujaman pukulan demi pukulan. Jatuh, berdiri lagi, jatuh berdiri lagi. Sosok tersebutlah yang akhirnya ia tanamkan pada karakter Rocky Balboa.

Sosok Rocky memang bukanlah sosok petinju unggulan dengan keterampilan kelas dunia. Rocky digambarkan sebagai petinju underdog yang mengandalkan kegigihan dan kerja keras untuk naik ke atas ring. Babak belur, tidak menyerah dan mengalahkan lawan-lawannya

Menjadi sosok elite, penuh cahaya nan glamor tentu sangat menggoda kita sebagai manusia. Namun jangan lupa, hal tersebut juga sangat memabukan.

Sederet seminar sering mengajarkan kita bagaimana memiliki mindset juara. Namun tidak pernah / jarang yang mengajarkan bagaimana memiliki mindset sebagai penantang.Penantang adalah sosok yang selalu bekerja keras, karena ia sadar, ia bukanlah unggulan. Sadar jika dirinya mungkin tidak memiliki talenta sebesar sang juara. Sehingga ia terus berusaha mencari cara-cara baru yang penuh ketidakpastian. Nothing to loose karena memang sudah dibawah. Menjadi pemenang dan besar sering membuat seseorang lengah, jumawa dan bahkan takut kalah. Menjadi penantang berarti membuat anda melepaskan beban dan menyerahkan hasil pada usaha serta kerja keras.

Paul Stoltz, 1997 bahkan membuat istilah yang bagus ketika memperkenalkan konsep Adversity Quotient, sebuah konsep yang mengukur ketangguhan seseorang ketika menghadapi cobaan.

Stoltz memperkenalkan 3 tipe manusia berdasarkan ketangguhannya menghadapi cobaan.Yang pertama adalah mereka yang menghindari cobaan yang disebut QUITER. Tipe kedua disebut CAMPER adalah mereka yang berani menghadapi cobaan yang masih dalam kendali mereka, mereka berhenti dan menolak mencoba tantangan yang lebih besar. Dan yang terakhir adalah CLIMMBER mereka yang terus mencoba mengatasi rintangan-rintangan yang terus muncul di hidup mereka. Set the new height and raise the bar sehingga mereka meraih hal-hal luar biasa dalam hidupnya

Seorang climmber bagi saya adalah seorang penantang, sedangkan Winner seringkali terjebak menjadi Camper.Ini membuat saya paham mengapa Stoltz menggunakan kata Climmber (pemanjat) dibandingkan Summiter (orang yang berhasil sampai puncak).Menjadi pemenang berarti kita fokus pada hasil, sedangkan menjadi penantang kita fokus pada proses sebelum hasil.

Siapapun kita hari ini, menjadi penantang memberikan kendali lebih banyak bagi hidup kita

Senin, 29 Agustus 2016

MENJAGA KARIR

Pernah bertanya-tanya mengapa karir mandek padahal Anda merasa sudah rajin dan bekerja keras?
Coba lakukan refleksi diri, mungkinkah Anda sendiri adalah sumber masalahnya?
 


Jangan-jangan Anda terlalu menganggap rendah diri. Perjalanan menuju keberhasilan memang tidak mudah, tapi percayalah Anda bisa dan Anda harus percaya kalau Anda bisa!


Pertama-tama, identifikasi dulu apakah Anda telah mensabotase perjalanan karir dengan keragu-raguan terhadap kemampuan Anda sendiri dengan beberapa tanda di bawah ini.


1. Sering menunggu datangnya perubahan hidup.
Ketika dihadapkan dengan pilihan hidup, Anda cenderung memilih pasif. Alih-alih mengambil inisiatif
dan memulai perubahan dari diri Anda sendiri, Anda selalu menanti situasi, seseorang, atau sesuatu dalam hidup untuk berubah, karena Anda merasa apapun yang Anda lakukan tidak berarti banyak dan tidak ada gunanya.


2. Sering menghindari risiko 
Anda sering enggan melakukan pekerjaan yang Anda rasa berada di luar kemampuan anda atau lingkup pekerjaan Anda, bahkan tanpa mencoba terlebih dulu dan biasanya karena merasa minder dan tidak sanggup. Karenanya, saat ini Anda terjebak dalam zona nyaman dan membatasi pertumbuhan diri di segi karir.


3. Sering menyembunyikan ketidakbahagiaan
Bos seorang bully atau kerjaan selalu membuat capek bukan main?
Keluar saja! Masalahnya, Anda khawatir tidak akan dapat memperoleh kesempatan lebih baik lagi
dari yang Anda miliki saat ini, sehingga Anda berpegang erat padanya, bahkan jika Anda tidak bahagia. Mirip dengan poin pertama di atas, Anda cenderung hanya berdiam, bersabar, dan menunggu situasi membaik.

4. Sering mengesampingkan dan mengubur aspirasi
Dalam hati kebanyakan kaum profesional pasti tersembunyi mimpi tertentu yang berhubungan dengan kehidupan karir, misalnya bekerja untuk perusahaan impian, bekerja di luar negri, atau yang lain. Anda mungkin juga memiliki impian atau target tersendiri, namun karena merasa tidak sanggup meraihnya, Anda jarang membicarakannya dan tidak berusaha mengejar. Lebih parahnya lagi, kadang Anda malah mengatakan pada diri sendiri bahwa mimpi Anda terlalu tinggi untuk dicapai.


BERANI MENCOBA?

10 HAL YANG MENJADI SIKAP ORANG BERMENTAL KUAT

1. Mentally strong people "TAKE ACTION"

As Yoda says, "Do or do not."
Hell is full of good intentions.
They don't just say something for the sake of saying it. They do it. And they live with the consequences of their actions.


2. Mentally strong people "DON'T REACT".

Dapat mengendalikan diri sepenuhnya dan fokus bukan pada ngotot mamu memang argumen tapi pada bagaimana menyelaraskan mencapai tujuan. Ketika ada yang memulai debat kusir argumen orang dengan mental kuat takkan melayani. Mereka akan mencari akal dan cara untuk bisa mencapai tujuan dari diskusi ini mengamati apa pandangan lawan bicara dan bagaimana menyelarasakan mencapai tujuan bersama.

Itulah yang dilakukan. Mengakui kekeliruannya bukanlah masalah gengsi. Yang menjadi masalah baginya, adalah bilamana tidak mencapai mufakat hasil apapaun dari suatu diskusi.


3. Mentally strong people look for "OPPOSTIE OPINION".

Mereka secara terus menerus ingin menggali lebih dalam dan menerima tantangan utnuk masukan bagi dirinya. Dan terbuka terhadap perubahan yang harus dilakukan. Bahkan juga terbuka untuk kritik dan masukan, dari pihak yang berseberangan pemikirannya


4. Mentally strong people focus on "WHY."

Sebelum bertindak, orang bermental kuat akan bertanya pada dirinya sendiri kenapa ingin melakukan sesuatu itu tidak berpikir pendek dan asal bertindak, baru berpikir mendalam kemudian.


5. Mentally strong people "ENJOY THE PROCESS".

Mereka sadar akan perjuangan dan proses. Tak ada yang mudah, namun semua itu layak dan harus bisa dinikmati.


6. Mentally strong people need to have some time on their own.

Menyendiri merenung dan berpikir adalah sesuatu proses kontemplasi untuk evaluasi dan koreksi suatu yang wajib dilakukan rutin oleh orang bermental kuat.


7. Mentally strong people have big "ENDURANCE".

Daya tahan adalah ciri dari orang bermental kuat.. Ketabahan, ketekunan, kesabaran, dan persistensi adalah ciri khasnya. Karena mereka sadar, bahwa semua ada waktunya.


8. Mentally strong people "CREATE OPPORTUNITY".

Tidak menunggu, tapi mengejar untuk menciptakan kesempatan. Kalau ada ada jalan, maka saatnyalah membuat jalan tersebut.


9. Mentally strong people "LET IT GO".

Mereka memiliki kekerasan hati, tapi juga bisa melepas sesuatu. Tidak ngotot, tapi juga harus ada fleksibilitas. Kadang saatnya menang, kadang saatnya harus belajar dari pengalaman. You win, or you learn..


10. Mentally strong people "VALUE THE SMALL WIN".

Tidak ada istilah kesuksesan besar dan kecil, semua kesuksesan adalah KEMENANGAN. Itulah yang menjadi keyakinan seorang bermental kuat. Kalau bisa terbang, maka terbanglah. Kalau tak bisa maka berlarilah, kalau tak bisa juga maka berjalanlah, bahkan merangkak atau berguling yang penting terus ke arah maju ke depan.



They find joy in the small wins and celebrate them.
This is part of the fuel that helps them to achieve big things.
Yah, betul sekali....
Bukan berarti semua harus kita coba...

Tapi otak dan hati kita akan lumpuh seketika saat kita berkata "Tak bisa"
Sebaliknya, otak dan hati kita akan membara dan berputar cepat saat kita berkata "Aku bisa"..


Dwayne Johnson alias The ROCK, adalah pekerja keras yang meniti karir sebagai pemain American Football, lalu pegulat WWF, dan baru akhirnya bisa menuai kesuksesan material sebagai bintang film ternama.


Tak ada jalan pintas,namun tak ada yg tak bisa!



Pernah saya berjumpa dengan bule Belanda..

Dia berkata bahwa
"It is alright for being older as long as being wiser"

The problem is
"When being older without being wiser"



DARIMANAKAH REJEKI ITU?


Pernah kubaca salah satu tulisan yang memaparkan asal rejeki itu, cukup menarik


1. Rejeki "BERASAL DARI" Tuhan.
Initak bisa dipungkiri, kita percaya sepenuhnya bahwa rejeki BERASAL dari Tuhan


2. Rejeki DIBAGI oleh Malaikat
Nahlho, apa pula ini? Malaikat bersayapkah?
Ternyata bukan...
yang dimaksud malaikat di sini ialah kepanjangan tangan manusia sebagai saluran rejeki DARI Tuhan. Bisa jadi itu customer, atau bisa jadi itu suplier kita, atau bisa jadi itu partner kita yang luar biasa.. atau bahkan itu adalah karyawan kita yang berdedikasi dan bakat tinggi misalnya. Lewat peranan merekalah kita bisa maju dan sukses..


3. Rejeki "DIATUR" oleh kita.
Yah tanpa kita meng ATUR, maka tak mungkin rejeki itu jadi nyata. Maksudnya kita harus MENGATUR hidup kita. Rejeki tak mungkin jatuh dari langit, atau tiba-tiba nongol di rekening Bank. Tapi harus melalui usaha perjuangan. Nah di sinilah kita harus mengaturnya.

Disiplin, semangat tinggi, kerja keras, pantang nyerah, pembelajar, menjaga sikap pada sesama, dll
Intinya kita harus MENGATUR diri kita sehingga bisa beroleh rejei yang berASAL DARI Tuhan, dan dIBAGI via malaikat