Senin, 29 Agustus 2016

MENJAGA KARIR

Pernah bertanya-tanya mengapa karir mandek padahal Anda merasa sudah rajin dan bekerja keras?
Coba lakukan refleksi diri, mungkinkah Anda sendiri adalah sumber masalahnya?
 


Jangan-jangan Anda terlalu menganggap rendah diri. Perjalanan menuju keberhasilan memang tidak mudah, tapi percayalah Anda bisa dan Anda harus percaya kalau Anda bisa!


Pertama-tama, identifikasi dulu apakah Anda telah mensabotase perjalanan karir dengan keragu-raguan terhadap kemampuan Anda sendiri dengan beberapa tanda di bawah ini.


1. Sering menunggu datangnya perubahan hidup.
Ketika dihadapkan dengan pilihan hidup, Anda cenderung memilih pasif. Alih-alih mengambil inisiatif
dan memulai perubahan dari diri Anda sendiri, Anda selalu menanti situasi, seseorang, atau sesuatu dalam hidup untuk berubah, karena Anda merasa apapun yang Anda lakukan tidak berarti banyak dan tidak ada gunanya.


2. Sering menghindari risiko 
Anda sering enggan melakukan pekerjaan yang Anda rasa berada di luar kemampuan anda atau lingkup pekerjaan Anda, bahkan tanpa mencoba terlebih dulu dan biasanya karena merasa minder dan tidak sanggup. Karenanya, saat ini Anda terjebak dalam zona nyaman dan membatasi pertumbuhan diri di segi karir.


3. Sering menyembunyikan ketidakbahagiaan
Bos seorang bully atau kerjaan selalu membuat capek bukan main?
Keluar saja! Masalahnya, Anda khawatir tidak akan dapat memperoleh kesempatan lebih baik lagi
dari yang Anda miliki saat ini, sehingga Anda berpegang erat padanya, bahkan jika Anda tidak bahagia. Mirip dengan poin pertama di atas, Anda cenderung hanya berdiam, bersabar, dan menunggu situasi membaik.

4. Sering mengesampingkan dan mengubur aspirasi
Dalam hati kebanyakan kaum profesional pasti tersembunyi mimpi tertentu yang berhubungan dengan kehidupan karir, misalnya bekerja untuk perusahaan impian, bekerja di luar negri, atau yang lain. Anda mungkin juga memiliki impian atau target tersendiri, namun karena merasa tidak sanggup meraihnya, Anda jarang membicarakannya dan tidak berusaha mengejar. Lebih parahnya lagi, kadang Anda malah mengatakan pada diri sendiri bahwa mimpi Anda terlalu tinggi untuk dicapai.


BERANI MENCOBA?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar