Rabu, 12 Oktober 2016

MENGUKUR KEBESARAN SESEORANG

Mengukur "kebesaran" seseorang di alam baka adalah berdasarkan "AMAL dan BAKTI" semasa hidupnya.

Bagaimana mengukur "kebesaran" seseorang di alam nyata?

Ternyata kebesaran seseorang itu dapat diukur bukan dari kepandaian, kecerdasan, ataupun kekayaannya..

Tapi diukur dari "TANGGUNG JAWAB" yang ada di pundaknya. Seseorang tidak akan ada nilainya bila tidak sudi memikul tanggung jawab.

Untuk apa pandai ataupun berbakat, kalau tidak mau dan tidak berani memikul tanggung jawab. Kita bayangkan seseorang yang sangat pandai, tapi tidak mau ikut dalam proses ujian.

Atau ada yang sangat cakap memimpin  tapi tak berani repot ambil bagian dalam suatu kepanitiaan suatu event..

Jadi jelaslah, bahwa nilai ukuran "KEBESARAN" seseorang itu diukur dari TANGGUNG JAWAB yang dipikulnya.

Seseorang yang memiliki "nilai yang "BESAR", tentu haruslah memikul TANGGUNG JAWAB yang besar pula. Namun seringkali setelah menerima tanggung jawab, ternyata baik disadari maupun tidak, kita menghindar lari dari tanggung jawab

Ini juga tak baik !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar