Mengukur "kebesaran" seseorang di alam baka adalah berdasarkan
"AMAL dan BAKTI" semasa hidupnya.
Bagaimana mengukur "kebesaran" seseorang di alam nyata?
Ternyata kebesaran seseorang itu dapat diukur bukan dari kepandaian,
kecerdasan, ataupun kekayaannya..
Tapi diukur dari "TANGGUNG JAWAB" yang ada di pundaknya. Seseorang
tidak akan ada nilainya bila tidak sudi memikul tanggung jawab.
Untuk apa pandai ataupun berbakat, kalau tidak mau dan tidak berani memikul
tanggung jawab. Kita bayangkan seseorang yang sangat pandai, tapi tidak mau ikut dalam
proses ujian.
Atau ada yang sangat cakap memimpin tapi
tak berani repot ambil bagian dalam suatu kepanitiaan suatu event..
Jadi jelaslah, bahwa nilai ukuran "KEBESARAN" seseorang itu diukur dari TANGGUNG JAWAB yang dipikulnya.
Seseorang yang memiliki "nilai yang "BESAR", tentu haruslah
memikul TANGGUNG JAWAB yang besar pula. Namun seringkali setelah menerima
tanggung jawab, ternyata baik disadari maupun tidak, kita menghindar lari dari
tanggung jawab
Ini juga tak baik !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar